.

"Tonsilitis Kronis Hipertrofi dan Operasi Amandel "- (Tonsilektomi)

dr. Sakina, SpTHT-KL, dr.Susana, SpTHT-KL, Prof. dr. Helmi, SpTHT-KL(K)

Apakah Tonsil dan Adenoid?

Tonsil adalah kumpulan jaringan kelenjar getah bening yang terletak pada kerongkongan di belakang kedua ujung lengkunganbelakang mulut. Adenoid termasuk bagian dari tonsil yang berupa massa jaringan limfoid pada dinding belakang nasofaring (daerah kerongkongan di belakang hidung).Tonsil dan adenoid berfungsi untuk mempertahankan tubuh dari infeksi, mengandung sel-sel dan antibodi dari sistem kekebalan tubuh untuk membantu mencegah infeksi

picture1

Gambar 1. Tonsil dan Adenoid


Tonsilitis Kronik dan Hipertrofi

Tonsilitis Kronis adalah radang kronik pada tonsil yang biasanya merupakan kelanjutan dari infeksi akut berulang atau infeksi subklinis (tidak terasa). Kelainan ini merupakan kelainan tersering pada anak di bidang THT. Pada tonsilitis kronis, ukuran tonsil dapat membesar sedemikian sehingga disebut tonsilitis kronis hipertrofi.

Bila terjadi serangan akut pada keadaan kronis tersebut, akan dirasakan sakit tenggorok, namun bila ringan bisa tanpa keluhan sakit tenggorok. Keluhan lainnya terasaterganjal, seperti ada benda asing di tenggorok dan bau mulut. Keluhan tersering pada hipertrofi adenoid adalah sumbatan pada hidung, sulit menelan, suara sengau, terkadang dapat dijumpai gangguan tidur, mendengkur persisten, dan pertumbuhan fisik kurang baik. Juga dapat dijumpai keluhan telinga seperti telinga rasa penuh, nyeri, atau keluar cairan, bila adenoid yang membesar sampai menutupi muara tuba Eustachius. Dapat juga didapatkan wajah anak seperti orang bodoh (adenoid face) yang terjadi akibat sumbatan belakang hidung(nasofaring) sehingga bernafas melalui mulut, terutama malam hari, mulut selalu terbuka, bibir atas terangkat untuk dapat bernafas.


picture1

Gambar 2. Tonsil kronis dan hipertrofi

OSA ( Obstructive sleep apnea)

Tonsilitis kronis dengan hipertrofi tonsil dapat menyebabkan berbagai gangguan tidur, seperti mendengkur sampai dengan terjadinya apnea obstruktif (berhenti napas)sewaktu tidur (Obstructive Sleep apnea). Obstructive sleep apnea atau OSA merupakan keadaan terdapatnya episode obstruksi saluran napas atas selama tidur sehingga menyebabkan asupan oksigen berkurang secara periodik.Kelainan ini merupakan kelainan yang umum di masyarakat, namun sering tidak terdiagnosis. Pada kasus yang tidak tertangani dengan baik, tonsilitis kronis hipertrofi secara keseluruhan akan mempengaruhi kualitas hidup anak, baik fisik maupun psikis. Anak lebih mudah ngantuk, konsentrasi kurang, sehingga prestasi belajar akan terganggu. Dampak lainnya adalah meningkatnya permasalahan psikologi seperti gangguan emosional, perilaku, dan neurokognitif.

picture1

Gambar 6. Obstruktive Sleep Apnea

Pemeriksaan Tonsil dan Adenoid

Pemeriksaan tonsil dapat dilakukan dengan menggunakan alat sederhana seperti lampu kepala. Adenoid dapat dievaluasi dengan menggunakan pemeriksaan radiologi posisi lateral (gambar 3) atau menggunakan alat endoskopi hidung (gambar 4).

picture1

Gambar 3. Foto Radiologi lateral

picture1

Gambar 4. Hipertrofi Adenoid

Bagaimana Penatalaksanaannya?

Penatalaksanaan tonsilitis kronis dibagi dua, yaitu konservatif dan operatif. Terapi konservatif dilakukan untuk mengobati infeksi, dan mengatasi keluhan yang ada. Tindakan operatif perlu dilakukan pada kasus tonsil atau adenoid hipertrofi yang menyebabkan sumbatan jalan napas, disfagia berat, gangguan tidur (tidur ngorok, mouth breathing, obstructive sleep apnea),tonsilitis yang menimbulkan kejang demam,terdapat komplikasi jantung dan paru, terbentuk abses, tonsilitis berulang, atau tidak berhasil dengan pengobatan konvensional. Operasi tonsilektomi dapat dilakukan dengan tehnik diseksi dengan alat bedah sederhana, elektrokauter, coblation, radiofrekuensi, laserdan sebagainya. Operasi yang dilakukan di RS SS Medika menggunakan alat radiofrekuensi atau laser. Dengan menggunakan alat ini, lama operasi relatif lebih singkat, perdarahan saat operasi minimal, nyeri dan kemungkinan perdarahan pasca operasi juga minimal.


Bagaimana bila tonsil dan adenoid dioperasi? Apakah daya tahan tubuh menurun?

Meskipun tonsil dan adenoid dapat membantu untuk mencegah infeksi, mereka tidak dianggap sangat penting.Tubuh memiliki cara lain untuk mencegah infeksi dan melawan bakteri dan virus.

Bahkan, adenoid cenderung mengecil setelah anak usia dini, dan pada usia remaja sering hampir hilang sepenuhnya. Secara umum, tonsil dan adenoid dapat diangkat bila diperlukan, tanpa meningkatkan risiko infeksi.


dr.H.Gunawan Effendi Sptht
24 Oct 2015

sangat informatif, dan apakah kami dpt soft copy nys

abdul kasim
18 Apr 2016

sangat membantu memberikan pemahaman kepada warga masyarakat yang belum paham tonsilitis

Evi Suryani
20 Apr 2016

Saya puas sekali operasi amandel di rumah sakit ini

Add a Comment